Kamis, 17 November 2011

N.a,r.S.i.s

Alhamdulillah ya kita lolos dari sergapan para satpam yang melarang ada pemotretan... Inilah hasilnya...
***jreng.... taraaa...***




 

"Lho kok cuma 2???"
Ntar kalau banyak-banyak takut terpesona bahkan naksir...
*hahahahay... ^.^v

Dan inilah hasilnya setelah capek lari dari kejaran para satpam (padahal gag di kejar) dan kepanasan plus nyasar-nyasar, mampir di  sini dech... Numpang narsis ya mbak and mas buat photo-photo...



Sudah cukup itu aja narsisnya...  Mubadzir kalau kebanyakan... ^_^

--R.I.F.A--



“Sejak ia pergi dari hidup ku, ku merasa sepi…”
Kalimat itulah yang cocok untuk menggambarkan suasana hatiku sekarang dan mungkin sudah sejak lalu.

“Entah sampai kapan… Entah sampai kapan…”
Mungkin itulah sebaris lirik lagu yang cocok untuk menggambarkan pikiran ku akan penantian kehadiran mu.

“Ku ingin bertemu membelai wajahnya…”
Dan sebaris kalimat dengan 5 kata inilah yang ingin aku lakukan sekarang.

“Izinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan…”
Kalimat itu pula lah yang menjadi do’a ku setiap malam.

Lupakah engkau akan diriku? Diriku yang bahkan tak pernah bisa melupakan mu.

“Biasakan hidup tanpa aku…”
Yah, sebaris kalimat mu yang selalu berhasil meneteskan air mata ini untuk kesekian kalinya.

“Jangan mencari ku, isi hari-harimu dengan kesibukan yang tak mengingatkan mu akan diriku…”
Yang aku tau makna dari deretan kata-kata itu adalah kau tak ingin ku ganggu.

Apa kau benar-benar enggan akan diriku?
Atau bahkan lebih dari itu, kau tak mengenal ku lagi.
Seseorang yang selalu mengharapkan  dan menanti kabar mu.


Kamis, 03 November 2011

**puitis**

Bila cinta telah berdusta
Kata pun tak lagi berguna
Rayuan pun sudah tak semestinya
Membuat semua sia-sia

Bila hati pun telah tertutup kecewa
Semua tak kan berubah indah
Hanya bayang-bayang kebencian
Yang selalu menyelimuti


Cinta…
Datang tanpa diduga
Melemahkan syaraf manusia
Menciptakan harap
Menorehkan kecewa
Membentuk luka